Lawas Atau Balawas


Ngumang,Balawas
Tradisi Ini biasanya juga Pd Acarah Resmi daerah sumbawa
LAWAS NYORONG

Tanya Nyonde Kami Antat
Balabu Pang Mata Sia
Ngaro Tulang Rena Pendi

Kamo Kendung Saling Pendi
Tusabeta Bakatoan
Tusamarismo Ke Nyorong
.


Panyorong Kami Ta Sia
Pas Kahasil Mufakat
Sinta Kurang Ngaro Tamba

Sabenar Nonda Koasa
Konang Kapasuru Ate
Mana Ning Sakit Kukaya

Pendi Nomo Parana
Pendi Ateku Baemo
Yarusak Nonda Kalako

Rungan Andi Ling Poto Nyir
Aku Ada Dalam Sareng
Ta Layang Sadua Kita

Sadua Kitamo Andi
Tokal Bao Bukit Bangka
Nong Let Tarepa Layar

Mana Desa Rabalat Olat
Lamin Keras Ate Notang
Tulanting Kalong Kudapo

Apa Rungan Desa Andi
Ada Bangka Lalo Tama
Ta bangka Roa Balabu

Balabu Bangka ling Tampar
Siong bangka Momat Karang
Bangka Momat Jangi Kita



LAWAS PENERIMAAN

Kubaripi Petang Sarawi
Long Siup Batempa Dating
Basilamo Sia Tama

Muntu Kupina Palangan
Kusamula Ke Bismillah
Tungeneng Reda Ilahi


Benru Dapat Siding Sia
Alu Kemas Kamoyang
Loba No Campa Tungentang

Aiqmo Kusepan Senap
Notalo Karante Sia
Senap Ta Sasir Parana

Kalis Petang Kea No
Nosoda Dua Pangeneng
Ke Sia Gama Kukompal

Basual

Bua Kudatang Lako Ta (PL)
Nomonda Anung Kubentan
Pamukil Beduk Baesi

Manasi Pamukil Beduk (PW)
Siong Kenang Lebak Bangkang
Hanya Kenang Mubajajuk

Balong Atemu Pe Andi (PL) Kapanising Nabi Adam
Mutarima Kewa Balong

Panising Nan Kukamata (PW)
Mana Jangka Ronde Spulu
Yaku KO Sadino

Parana Yandi Jalan Tol (PL)
Mulus Nyaman Tancap Gas
Tingka Nongka Lampu Mira
Nonda Baing Basangela

Na Sia Karotek Lalo (PW)
Balong Sia Tancap Gas
Kena Roa Mate Ndalam


Lawas Pamuji

Lawas: Terjemahannya:

Pamuji Tentu Ko Nene Puji-pujian tentu pada yang Kuasa
Nosi Bau Tukamaing Tak kan dapat kita ambil
Ada Pang Kita Bajele Semuanya bergantung pada kita

Maknanya:

Semua pujian hanya milik Allah SWT, pujian bukan untuk maanusia, namun semuanya itu tergantung pada kita (manusia).

Manasi Ada Pang Kita Meskipun ada pada kita
Sanompo Anung Tupuji Satu saja yang kita puja
Naq Ke Sangka No Kamilin Jangan sangka tak ditinggalkan

Maknanya:

Meskipun pujian ada pada manusia, satu yang menjadi pujian, jangan pikir tidak akan kita tinggalkan


Patitsi Mana Kamilin Patutkah jika ditinggalkan
Ada Pang Kita Panunas Ada di kita yang menunaikan
Balong Paham No Mangaku Paham Bagus tak diakui

Maknanya:

Patutlah jika ditinggalkan, semuanya terserahkan pada kita, amal baik tidak mengakui

Kapeno Ulin Mangaku Banyak Yang mengaku
Kanyong Leng Ada Kangere Menganggap diri agak lebih
Nomo Totang Katutunas Tidak Ingat menjalankan

Maknanya:

Banyak umat yang mengaku bahwa dia mempunyai kelebihan dibandingkan dengan yang lain, sehingga menjadi lupa diri

Tanda Tentu No Mangaku Tandanya mengakui
Kasasang Buya Tupuji Mengharap banyak yang puji
Ilang Pikir Leng Katipu Ilang akal karena ketipu

Maknanya:

Karena berharap pujian akhirnya menjadi hilang kesadaran karena tertipu

Tipu Alis Ko Kalenge Tipuan halus oleh kejahatan
No Tupato Datang Salaq Tak sadar ke arah yang salah
Ingat Ke Jaga Pangangan Ingatlah dan jaga pegangan

Maknanya:

Kita tertipu oleh kejahatan yang samar-samar, kita kurang menyadarinya, tetap ingat dan menjaga agar selalu ingat pada-Nya.

Lamin Salaqmo Pangangan Kalau salah yang diingat
Boat Nomonda Kalako Kerja tak ada yang benar
Balong Tuingat Naq Rusak baiknya diingat agar tak rusak

Maknanya:

Kalau salah pegangan, amal baik tidak ada gunanya, teruslah ingat agar tidak makin rusak

Rusak Amal Leng Pangangan Amal rusak karena pengharapan
Mara Riya Buya Puji Seperti riya mengharap pujian
Goyo Imung Leng Takabur ditambah lagi dengan sikap takabur

Maknanya:

Amal kebaikan yang kita miliki tak berguna seperti orang riya berharap pujian, apalagi jika ditambah dengan sipat takabur.

Takabur Ada Pang Ate Takabur ada di hati
Selin Diri Ke Ne Peno Memisahkan diri dengan orang banyak
Nomo Totang Kakahina Tak kan ingat keburukan

Maknanya:

Sikap takabur ada dalam hati, memisahkan diri dengan orang banyak, tidak ingat akan terhina

Nomo Totang Kakahina Tiada ingat keburukan
Asal Ada Kapang Lesik Asal Ada tempat kotor
Telas Iringsi Leng Mate hidup diiringi oleh kematian

Maknanya:

Tidak ingat akan kehinaan, meskipun ada yang namanya kehinaan, hidup ini diiringi kematian.

Lamin Totangsi Kahina Kalau ingat keburukan
Takabur Ilang Pang Ate Takabur hilang dari hati
Amal Tenrang Nomo Rusak Amal baik tak kan rusak

Maknanya:

Jika ingat kehinaan, takabur dihilangkan dalam hati, amal kebaikan tidak akan rusak.

Takabur tentu pang nene Sifat Takabur Hanya miliki Allah
Na ke asi yamuturit Janganlah dituruti
Amal rusak no kalako Amal rusak tak berguna

Maknanya:

Sipat takabur hanya milik Allah SWT, janganlah kita turuti, amal kebaikan bisa rusak tak ada guna.

Mana peno amal tenrang Meski banyak amal kebaikan
Naq muangan tamo kena Janganlah diingat sudah didapat
Nansi ujub gaok diri Itu namanya orang sombong

Maknanya:

Meskipun banyak amal kebaikan, janganlah dianggap sudah kita peroleh, karena itu bentuk kesombongan.

Gaok diri peno amal Menyombongkan diri banyak amalan
Siong kita baeng boat Bukanlah kita punya kerjaan
Angan salaq paham kasar Ingatan salah pemahaman kurang

Maknanya:

Menyombongkan diri banyak amal, bukanlah kita yang mencatatnya, ingatan salah pemahaman kurang

Sai tugaok ko amal Siapa yang menyombongkan amalnya
Mara au bao batu Seperti debu di atas batu
Kaseang bawa leng angin Terbang dibawa oleh angin

Maknanya:

Barang siapa yang menyombongkan amal perbuatannya, laksana debu di atas batu, hilang diterbangkan angin

Amal tenrang na no boat Amal Baik Jangan tidak dikerjakan
Samata junyung kasuka Semata-mata mengusung kebaikan
Nanpo roa bakalako Itulah yang akan membawa kebaikan

Maknanya:

Amal kebaikan jangan tidak dikerjakan, semata-mata menjunjung kebenaran, mungkin itu akan bermanfaat

Kalako amal katenrang Baiknya amal kebaikan
Lamin lepas ke binasa Jikalau lepas dari binasa
No tubau kira-kira Tak dapat kita perkirakan

Maknanya:

Amal kebaikan akan bermanfaat, jika lepas dari kebinasaan, kita tak dapat memperkirakannya

Amal tenrang nan ibadat Amal baik itu ibadah
Paboat aji ko Nene Pekerjaan mulia kita pada Tuhan
Naq ke asi musamogang Janganlah makin dikurangi

Maknanya:

Amal kebaikan itulah ibadah, sebagai bentuk ibadah kita pada Sang Khalik, janganlah makin dikurangi.

Me po olaq tusamogang Bagaimanakah jalan tuk dikurangi
Pasuru Nene samanta Disuruh dan diperintahkan Tuhan
Tukurang takitpo capa Kurang takut kan mendapat keburukan

Maknanya:

Bagaimanakah jalan akan dikurangi, disuruh dan diperintahkan oleh Allah SWT, yang kurang takut akan mendapatkan balasannya.

Jira capa ko pamelang Sudah Buruk pada larangan
Musanturitmo leng ate Kamu ikuti kata hati
Angan ko sakit kasuda Ingatlah sakit pada akhirnya

Maknanya:

Seandainya mengentengkan larangan-Nya, mengikuti apa saja keinginan hati, ingatlah bahwa kita akan mendapatkan keburukan

Sakit eraq pang aherat Sakitnya nanti di akhirat
Petang ke ano tupikir Siang dan Malam dipikirkan
Nanpo olaq datang takit Itulah jalan datanganya ketakutan

Maknanya:

Sakit nanti di akhirat, siang dan malam dipikirkan, itulah saatnya akan dihampiri rasa takut.

Lamin nomonda pamikir Kalau sudah tak ada yang dipikir
Nomo takit ko pakesal Taklah takut pada penyesalan
Kasasang tipu leng setan Kesasar ditipu setan

Maknanya:

Kalau sudah tidak lagi dipikirkan, tidaklah takut serta tidak menyesal, kebimbangan karena tipuan setan.

Pakesal Nene ko ulin Yang disesalkan Tuhan pada umatnya
Nosi mara leng donia Tidaklah seperti di dunia
Pang aheratpo tudapat Di akhirat kan kita dapatkan

Maknanya:

Rasa penyesalan kita pada Yang Kuasa, tidak seperti di dunia, di akhirat akan kita petik

Beru masamo tudapat Jika waktunya sudah datang
Nanpo masa yatunesal Itulah waktunya kita menyesal
Parana karoa diri Badan yang mengharapkan

Maknanya:

Jika sudah saatnya, itulah masa akan kita sesali, karena itulah yang kita harapkan

Sesal dosa kamuboat Menyesali dosa yang dikerjakan
Naq ke angan murabalik Jangan diingat ke belakang
Muntu ajal no po datang Sebelum ajal menjemput

Maknanya:

sikap sesal atas dosa yang kita perbuat, jangan harap akan kembali, sebelum ajal akan menjemput

Nesal rena eneng ampin Menyesal mohon ampunan
Aku diri rango salaq Mengaku banyak berbuat kesalahan
Nanpo lamin yatarima Itupun kalau diterima

Maknanya:

Menyesal sambil berharap ampunan, mengakui banyak kesalahan, itupun jika diterima.

Yatarimasi leng Nene Diterimalah oleh Allah
Lamin benar tutu ate Kalau memang sungguh-sungguh
Ampo ajal nopo datang Itupun sebelum ajal menjemput

Maknanya:

meskipun diterima oleh Allah SWT, jika memang dengan ketulusan hati, itupun saat sebelum ajal menjemput

Lamin sekatmo ke ajal Kalau ajal sudah menjemput
Tobat nomonda kalako Bertobat sudah tak ada gunanya
Balangan rena ke susa Berjalan dalam kesusahan

Maknanya:
Jika sudah mendekati ajal, taubat sudah tidak berguna, perginya dengan penyesalan

Palangan sekatmo dapat Perjalanan hampir mendekati
Ate susa nonda senang Hati susah tiada senang
Nanpo masa yatupikir Itulah waktu dipikirkan

Maknanya:

Jika ajal sudah datang, hati susah tiada kegembiraan, itulah masanya kita ingat

Mumikir leng dalam sekat Kau Ingat saat sempit
Nomonda anung tudapat Tak ada lagi yang kita dapat
Kabekas lalai pang dunung Karena lalai waktu lampau

Maknanya:

Dipikirkan ketika ajal menjelang, sudah tidak ada lagi yang akan kita peroleh, itulah tanda kita dilalaikan saat yang lalu

Lalai lupa ko aherat Lalai dan lupa pada akhirat
Belo angan ko donia Hanya memikirkan dunia
Umir rena sajan kurang Umur makin bertambah kurang

Maknanya:

Lalai dan lupa pada hari akhir, terlalu mementingkan kesenangan dunia, padahal umur sudah mulai mendekati ajal

Kurang umir no tupikir Umur kurang tidak dipikir
Tukalulu ling rasate Hanya menurutkan isi hati
Nanmo bakal yatunesal Itulah yang kan disesali

Maknanya:

Umur kurang tidak kita pikirkan, terlalu mengikuti keinginan hati, itulah saatnya akan kita sesali.

Kalulu balong ibadat Kerjakan ibadah dengan baik
Musalepas ke karana Kamu lepas dengan keikhlasan
Naq murugi no kalako Tak kan rugi karena benar

Maknanya:

Mengerjakan ibadah dengan baik, kamu kerjakan dengan penuh keikhlasan, tak akan rugi karena akan bermanfaat

Mumikir balong ke ate Kamu pikir baik dengan hati
Palajar lako aherat Petuah menuju akhirat
Mumenong rena mukenang Kau dengar sambil diamalkan

Maknanya:

Ingatlah dengan baik nasihat yang disampaikan, disamping didengar nasihat dan petuah itu juga harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ingat ke balong mukenang Ingatlah dan diamalkan dengan baik
Karoa anung mubaca Keinginan quran yang dibaca
Nanpo roa bakalako Itu yang kan membawa kebaikan

Maknanya:

Seorang umat muslim diharuskan untuk membaca Al-Quran setiap waktu dan diharapkan mengamlkan apa yang dibaca itu, maka dia akan mendapatkan kebaikan.

Paham kurang no baguru Pengetahuan kurang tak mau berguru
Ramenong nonda leng ate Menyimak setengah hati
Me po tanang yatudapat Bagaimana kan mendapatkan

Maknanya:

Seseorang yang kurang pengetahuan tentang agama ditambah lagi tidak mau mendengar kebaikan yang disampaikan, maka dia tidak akan mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat.

Kalenge kurang baguru Keburukan kurang berguru agama
Nomonda dapat palajar Tidak kan mendapatkan pelajaran agama
Goyo takitpo yaada Ditambah takut baru mendapatkan

Maknanya:

Keburukan bagi mereka yang tidak mau berguru, pastinya mereka tidak mendapatkan apa-apa, kecuali jika takut tidak mendapatkan apa-apa

Sepan diri ulin takit Menganggap diri umat takut dosa
Pamelang rena yaboat Larangan tetap dikerjakan
Kateman ulin no nyadu Sifat orang yang tidak percaya

Maknanya:

Dia hanya mengaku orang yang takut melakukan dosa, tetapi segala larangan tetap saja dikerjakan. Itulah yang dimaksud dengan orang yang pendusta

Boat pamelang no putis Mengerjakan yang dilarang tiada henti
Rango arap ko pamendi Berharap untuk diampuni
Angan lenge no kalako Pikiran buruk tak bermanfaat

Maknanya:

Selalu saja mengerjakan yang dilarang, namun selalu berharap untuk diampuni, banyak hal-hal buruk yang dikerjakan yang tidak membawa kebaikan sama sekali

Kalako apapo tudapat Kebaikan apa yang kan kita dapat
Tuarap rena tukewa Diharapkan tetapi dilanggar
Iman kurang taket nonda Iman kurang tidak punya rasa takut

Maknanya:

Kebaikan apakah yang kita dapatkan, berharap kebaikan tetapi tetap saja mengerjakan keburukan, hal ini dilandasi oleh iman yang kurang dan dilandasi oleh tidak adanya rasa takut akan hari akhirat

Putis arap ko pamendi Putus harapan untuk diampuni
Yasarusakmo parana Merusak seluruh badan
Kasasang mara iblis Kesasar bak iblis

Maknanya:

Putuslah harapan untuk diampuni, maka merusak seluruh badan dan diasingkan laksana iblis

Arap ke rango pangampin Sangat Berharap tuk diampuni
Selis diri kapang dosa Mengeluarkan diri dari dosa
Muntu masi bakalako Waktu masih dapat berbuat

Maknanya:

Sangat berharap untuk diampuni dan berusaha menjauhkan diri dari dosa waktu masih dapat mengerjakan/sempat

Dosa peno ka muboat Dosa yang sudah banyak dikerjakan
Taket ke lema tuboat Takutlah untuk tidak diperbuat
Naq mucapa ko pakesal Janganlah lupa tuk disesali

Maknanya:

Dosa yang sudah banyak dikerjakan agar jangan lagi diperbuat kembali serta jangan lupa tuk disesali

Muboat ke mana kasakit Kamu kerjakan meski sakit
Sarea jenis pasuru Segala jenis suruhan
Lema senang pang aherat Agar senang di akhirat

Maknanya:

Kerjakan saja meski susah segala jenis perintah-Nya agar kita mendapatkan kesenangan di Akhirat

Kasenang desa akherat Kesenangan di akhirat
Kaleng matemo tudapat Sejak meninggal kan kita dapatkan
Sateris kubir barimung Seterusnya di kubur kan terhimpun

Maknaya:

Kesenangan di akhirat akan kita dapatkan Sejak kita meninggal dunia dan akhirnya sampai ke liang kubur

Kamate ulin ibadat Meninggalnya umat yang taat
Mengas kuping nyaman ate Tak kan membawa beban apa-apa
Nyawa lalo no marasa Nyawanya hilang tak terasa

Maknanya:

Meninggalnya orang yang taat beragama sangat indah. Tidak akan meninggalkan nama buruk dan nyawanya lepas taka akan meninggalkan rasa sakit pada tubuhnya

Mengas kuping leng pamuji Enak didengar karena nasihat
Nayaman ate leng panyayang Sejuk terasa karena disayang
Kameri angkang aherat Senang menuju akhirat

Maknanya:

Orang yang rajin beribadah akan disayang oleh Allah dan dia meninggal pun dengan senang

Pasuru datang les repan Suruhan datang ke dunia
Rame rena ke mulia Ramai juga mulia
Mulia rua parenta Mulia lah pula perintah

Maknanya:

Perintah datang dari langit, sangat ramai dan mulia begitu pula mulianya perintah yang dibawa oleh-Nya

Parenta nene ko ulin Perintah Tuhan ke Kita
Datang talang ke bulaeng Datang Nampan membawa emas
Yasangisi sabe ijo Diisi dengan Sabe Hijau

Maknanya:

Parenta Nene ko nyawa Perintah Tuhan pada nyawa
Yasakomong sabe ijo Dibantali dengan Sabe Ijo
Seri rupa mampis mamung Berseri-seri dan harum wanginya

Maknanya:

Nyawa entek lako aras Nyawa lepas ke Arasy
Bilin tubuh pang katokal Meninggalkan jasad di tempatnya
Rame iring leng malekat Ramai diiringi oleh malaikat

Maknanya:

Nyawa lepas naik ke Arasy, meninggalkan jasad di tempatnya serta diiringi oleh para malaikat

Malekat rame baralu Banyak didatangi para malaikat
Saruntung langit batari Setiap langit ditunggui
Masing-masing ke pamuji Masing-masing dengan puji-pujiannya

Maknanya:

Orang yang meninggal dalam kebaikan akan didatangi oleh para malaikat dan pada tiap langit yang dilalui akan disertai dengan pemberian puji-pujian

Malekat bawa pamendi Malaikat mengantarkan ampunan
Bateris datang baralu Selanjutnya datang mengunjungi
Ramada rua kasuka Memberi tahu apa yang disenangi

Maknanya:

Para malaikat pun akan mendatangi manusia yang meninggal dalam kebaikan disertai dengan puji-pujian atas apa yang telah kita perbuat selama hidup di dunia

Sarea ulin tusuka Semua umat disenangi
Lepasmo kewa kasakit Lepasnya melalui kesakitan
Senang no putis barimung Senangnya tidak akan putus-putusnya

Maknanya:

Setiap umat manusia yang disukai, lepas semua kesulitan, kesenangan yang diperoleh tidak ada putus-putusnya

Kaleng mate tamo terap Dari meninggalnya sudah bebas
Kubir mengas sapar terap Kuburannya bersih juga longgar
Tokal guar dengan rame Tempat luas banyak temannya

Maknanya:
Sejak meninggalnya sudah bebas, kuburannya pun terang benderang, duduknya lapang dan ditemani oleh orang banyak

Terap ada meleng ate Keluasan tergantung keinginan hati
Sebarang ragi pakakan Seluruh makanan disajikan
Amal terang naq saneja Amal kebaikan yang memberikan

Maknanya:
Kelonggaran ada tergantung keinginan hati, semua jenis makanan ada disajikan, amal kebaikanlah yang mengantarkannya

Amal terang pang donia Amal kebaikan di dunia
Leng aherat pang tubalas Di akhirat kan dibalas
Me kanasasi tudapat Seberapa besar, itu yang kita dapatkan

Maknanya:

Berapapun besarnya kebaikan yang kita lakukan di dunia maka sebanyak itu pula yang kan kita dapatkan di akhirat kelak

Leng donia pang tunanam Di dunia tempat kita tanami
Leng aherat pang tupata Di akhirat tempat kita petik
Katuboat nanpo ada Yang kita kerjakan itulah yang ada

Maknanya:

Kebaikan yang kita lakukan di dunia ibarat tempat kita menanam, dan kebaikan di dunia itu akan kita petik di akhirat, sebesar apa kebaikan yang kita lakukan maka sebesar itu pula yang kan kita dapatkan.

Jina no sosong ko donia Sungguhpun tidak lagi di dunia
Kabilin amal ibadat Meninggalkan amal ibadah
Siong desa pang tukekal Bukan dunia tempat kita kekal

Maknanya:

Amal kebaikan yang kita lakukan di dunia akan kita tinggalkan karena memang dunia bukan tempat yang kekal bagi kita

Ate nosong ko donia Hati selalu ingat duniawi
Nomonda rajin ibadat Tidak lagi rajin ibadah
Datang mate nanpo mato Dekat ajal baru sadar

Maknanya:

Pikiran selalu tertuju pada kehidupan dunia, akhirnya amal ibadah ditinggalkan, waktu menjelang ajal baru sadar tetapi sudah terlambat

Naq kalupa totang mate Jangan lupa akan kematian
Mukatipu leng donia Kamu tertipu oleh dunia
Nanpo rena sajan parak itupun sudah mendekati kematian

Maknanya:

Diingatkan pada kita semua bahwa kita tidak akan abadi di dunia ini, kita sering tertipu oleh kebahagiaan dunia, baru kita ingat mati ketika menjelang kematian

Beru parakmo ke ajal Baru dekat dengan ajal
Sakitmo boat ibadat Sulit mengerjakan ibadah
Nanpo masa sesal diri itulah saat menyesalinya

Maknanya:

Mendekati ajal baru kita sadar dan ingin melaksanakan ibadah hanya saja saat itu kita sudah tak mampu mengerjakannya, inilah saat penyesalan tiba

Nesal nomonda kalako Sesal tak ada guna
Siong nongka tusatotang Bukan tidak kita ingatkan
Panyadu kurang pang ate tetapi tidak dipercayai

Maknanya:

Penyesalan sudah tidak berguna, padahal sudah diingatkan, tetapi karena memang tidak mempercayai

Beru kurangmo panyadu Karena kurang mempercayai
Susamo bilin donia Nyawa susah meninggalkan dunia
Onang ke bau ramalik Apakah bisa kembali

Maknanya:

Orang yang tidak percaya hari akhirat, waktu mau meninggal nyawanya sulit untuk lepas dari badan, apakah akan bisa kembali ke pemilik-Nya


.

Seni Samawa Ano Rawi...( BARAMPOK)


Barampok
Tradisi Turun Temurun Sejak Dinasti Dewa Alam Bawah
Pentas Menggambarkan Sebuah “Bale Kataruk”, Ada Dua Orang Yang Sedang Basakeco. Beberapa Helai Jontal Tergantung Menjuntai. Musik: Orang Sedang “Basakeco”. Isi Sakeco
O Sarea Rama Peno--Masi Satotang Ruana--Nongka Ke Mares Salupa--Ada Sopo Adat Seni—Ade Basingin Barempuk. Sapuan Dadi Pakendek. Saantero Tu Samawa. Lamin Kita Tu Taliwang—Masak Ke Singin Barampok. Adu Kuat Saling Jager—Sangita Diri Tujago. Dapat Ling Masa Kita To—Dadimo Seni Daerah--Pang Kamutar Samawa Ta.
Kamula-Mula Sapuan, Pakendek Singin Barempuk—Nongka Runtung Yasangada—Tari Masa Pataq Pade. Mana Nan Nongka Sembarang—Adapo Tupataq Pade—Barundang Lako Desa Len. Baremin Tukuat Karong—Papin Sanro Otak Baris. Sola Ke No Surak Genro. Me Po Ate Ya No Gegan.

Kema Ya No Gegan Ate. Nosoda Boat Nan Maras—Malum Barempuk Sia E—Sai Susa Dua Maras. Bagian Tusepan Diri—Benru Menong Surak Genro—Koat Manang Bulu Tata. Mana Mentu Yaangkang Me, Nyempung Lalo Buya Timal—No Bau Tahan Rasate—Buya Lema Batemung We. Balawas Anak Tukarong, ”Pitu Petang No Kutunung—Kutapa Tarak Parana—No Kuroa Talo Puta. Mana Ling Kutalo Puta—Asal Ke Tujago Kampung—Kutalo Tingisi Rungan.”
Tama Lenang Jago Kampung—Iring Ling Genro Saketa—Surak Ke Genro No Putes—Nonda Len Kembo Parapan. Kajuluk Diripo Ampo—Ada Singin Palu Godam—Ada Singin Gagak Lapar. Ta Nya Lawas Palu Godam, ”Sai Tubarani Nantang—Na Nesal Mudi Erana—Yamurasa Palu Godam—Lamin Kena Palu Godam—Sabulan Silu Ngarere—No Bakat Baraq Masa No.”
Pang Tupuji Tubarempuk. Ala E Mana Me Jangka. Belaq Biwir Baraq Tataq. Bakat Idung Kena Jager—Konang Nosoda Simpan Suq—Nosi Dadi Saling Musuq. Lamin Tukanteri Lengan. Koatsi Nanta Ne Lalu—Mampal Mole Lako Tupang. Mangaku Kala Ruana—Nomo Semal Yales Ngumang—Kangila Katenri Lengan. Dapat Balepo Nantana. Buya Isi Kunyit Numpu—Karing Ente Sira Bangkam—Param Tataq Odak Idung. Bara Biong Lampa Jager—Sendang Nan Bau Balawas, ”Mana Lalo Modeng Mata—Isit Gugir Nonda Sisa—Kupina Jenrang Sadi No—Parana Gatal (Gatal) Buya We.” (from H. Sarirang)

Lampu padam seiring berakhirnya sakeco.

ADEGAN DUA

Acum memasuki ruangan dengan membunyikan Genang Aer. Eman membawa Buk dan Bumung, Meng membawa Kokol (kentongan). Ija membawa jontal. Keempat pemain ini awalnya membunyikan alat musik yang dipegangnya secara sendiri-sendiri kemudian secara ensambel.
Di dinding ruangan tergantung “Male”. Ada yang menyerut jontal dan digunakan untuk membuat rokok. Jontal juga digunakan sebagai alat tulis menulis. Musik mengiring dari sisi panggung (genang aer/todo) dan serunai lolo pe.
Eman : Panen kita tahun ini alhamdullillah berhasil. Kita dapat memerik hasil dari usaha yang kita lakukan.
Meng : Kita wajib mensyukuri nikmat yang kita dapatkan ini?
Ija’ : Betul pendapatmu, Meng! Kita wajib mensyukuri nikmat yang diberikan pada desa kita ini. Kita berdoa kepada Allah SWT, semoga kita dijauhkan dari malapetaka dan marabahaya.
Meng : Amin! (membayang—sambil menyerut jontal) Aku teringat masa lalu, masa dimana aku setelah panen seperti sekarang ini sering menyaksikan permainan Barampok. Sepertinya banyak permainan di kampung kita ini sudah mulai hilang, contohnya Barampok itu!
Acum : Aku dulu suka Barapan Ayam, Barapan Kebo, Nganyang, Main Jaran, dan Juga Barampok. Sekarang ini, jarang kita dengar yang melakukan permainan ini.
Eman : Aku punya pengalaman menarik waktu kecil dulu. Aku pernah menyaksikan orang sering mengadakan permainan “Barampok”. Permainan Barampok yang aku lihat dulu dilakukan setiap selesai panen. Suasananya meriah sekali, ada gong genangnya, terus yang menontonnya juga berdatangan dari berbagai pelosok. Padahal, banyak di antara mereka yang luka, giginya tanggal, mukanya lecet. Anehnya, mereka yang Barampok itu setelah selesai pulang dengan tertawa sambil bergandengan tangan.
Meng : Kan sekarang banyak kita lihat Tinju di televisi, buat apa kita mengadakan permainan Barampok ini.
Eman : Itu beda dong, Meng. Tinju dan Barampok memiliki ciri khas tersendiri. Barampok merupakan sarana untuk mempererat tali solidaritas sesama kita setelah selesai panen, sambil mencari hiburan yang mendidik generasi muda yang ada sekarang.
Ija’ : Kaji setuju dengan Sia. Yang dilihat oleh pendatang adalah perbedaannya, nilai-nilai yang diemban, serta sikap kita terhadapnya. Kalau semua sama, jangan harap ada yang mau datang menyaksikan permainan ini. Buat apa mereka datang jauh-jauh ke suatu tempat, jika di tempat itu mereka akan melihat yang ada di kampung dan negaranya. Kalau kita lihat, maka mungkin saja permainan di kampung para wisatawan itu lebih baik dan lebih maju dari kita, tetapi yang ingin dilihat oleh mereka adalah perbedaannya (daya beda). Inilah nilai jual yang sangat tinggi untuk dunia pariwisata. Kita harus dapat membaca kondisi ini, nilai beda sama dengan nilai jual.
Eman : Aku punya usul, bagaimana kalau kita adakan pertandingan Barampok, sekaligus untuk melestarikan aset bangsa juga dapat dijadikan sebagai pembelajaran nilai-nilai kebersamaan dan kesatuan kepada generasi kita untuk masa kini dan esok.
Acum : Aku setuju.
Ija’ : Kaji juga setuju. Permainan ini juga sangat menguntungkan kita. Kita dapat mengundang seluruh masyarakat dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, bahkan Sampai ke Jakarta ini bila perlu.
Eman : Bagaimana dengan kamu, Meng?
Meng : (berpikir) Bagaimana ya, terserah kalian sajalah. Aku menerima saja.
Eman : Jangan begitu dong, Meng! Kita harus kompak!
Meng : Aku trauma, soalnya dulu waktu ada acara Barampok, aku di pukul oleh si Neng hingga pingsan.
Ketiga : (Ketawa semuanya)
Acum : U… nanta na, bro ke kanti.
Meng : Na’ ngejek bro, kele sa rua mutulang masih lo kupatik maen so ku dunu. (menantang) Sate mucoba ke, kususamu biru nengka.
Acum : (mengeluarkan jurus) Tu tes ke… ayo kalau begitu....
Meng : (berdiri) Lamun so anu mubuya, saya layani…
Acum : (mengambil jurus-Ngumang)
Musik Srama, Eman dan Ija’ memberi semangat. Setelah beberapa saat Acum dan Meng kelelahan. Musik juga berhenti.
Eman : (pada Ija’) Tolong buat pengumumannya, sampaikan kepada mereka tentang kegiatan ini.
Ija’ mengambil Jontal dan Pangat-kemudian menulis di jontal itu-melihat hasilnya. terdengar suara Lolo Pe).
Eman : Gimana, apa isinya?
Ija’ : (Membaca pengumuman) Pengumuman. Kami mengundang sarea rama peno untuk ikut ambil bagian pada acara permainan Barampok. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Hari, sabtu tanggal: Mei 2008; tempat: Taman Mini Indonesia Indah (menyerahkan jontal pada Eman).
Eman : Terima Kasih (pada Acum dan Meng) Kalian Besok harus menyampaikan pengumuman ini pada seluruh masyarakat Indonesia.
Mereka: Siap.
Mereka semua keluar panggung. Musik genang aer/todo dan serunai lolo pe mengiringi kepergian mereka. Lampu padam.

ADEGAN TIGA

Tarian “Mata Rame”, Tarian Mata Rame merupakan visualisasi kegiatan mataq Rame (Panen Raya). Orang-orang berdatangan dari berbagai penjuru Sumbawa. Mereka datang sambil diiringi oleh Gero dan Saketa. Mereka juga biasanya membawa Sandro (dukun) masing-masing. Ketika semua sudah berkumpul, maka ada beberapa orang yang Ngumang. Kegiatan selanjutnya adalah Barampok. Ketika akan memulai maka akan terdengar musik Temung Srama. SUASANA: arena Barampok di tengah sawah yang telah selesai di panen. Eman, Meng, Acum, dan Ija’ ada di sekitar arena sebagai panitia.
Selesai musik Mata Rame dilanjutkan dengan musik “Ulan Siup”. Selanjutnya permainan Barampok.
Palu Godam (Ngumang)
Sai Tubarani Nantang Siapa Yang Berani Nantang
Na Nesal Mudi Erana Jangan Menyesal Di Kemudian Hari
Yamurasa Palu Godam Akan Kau Rasakan Palu Goda,

Lamin Kena Palu Godam Kalau Kena Palu Godam
Sabulan Silu Ngarere Sebulan Ngilunya Tak Hilang
No Bakat Baraq Masa No Meski Tak Luka, Bengkak Sudah Pasti
Gagak Lapar (Ngumang)
Pitu Petang No Kutunung Tujuh Malam Aku Tak Tidur
Kutapa Tarak Parana Bertapa Mencari Kesaktian
No Kuroa Talo Puta Ku Tak Mau Jadi Bulan-Bulanan

Mana Ling Kutalo Puta Meskipun Aku Jadi Bulan-Bulanan
Asal Ke Tujago Kampung Asal Dengan Jago Kampung
Kutalo Tingisi Rungan Meski Kalah, Prestise dan Gengsi Tinggi
Juri : Mempertemukan
Beberapa Orang Memberikan Aplaus.. Ho Ham Ma… Ho Ham Ma… Dst.
Wasit : Mempertemukan Tau Barampok 1 & 2
Ngumang orang pertama
“Lepas Aku Papen Gani Lepas Saya Kakek Gani
Perat Ima Sate Ngumang Tanganku Gatal Ingin Ngumang
Tusamaras Tu Barampok Tuk Memeriahkan Acara Barampok

Jina Maras Tubarampok Sungguh Seru Orang Barampok
Barundang Tau Taliwang Diundang Orang Taliwang
Sate Rame Desa Darat” Ingin Menyemarakkan Suasana Desa
Ngumang pendukung tim 2
Bua Kenras Sate Ngumang Ingin Sekali Untuk Ngumang
Boe Ngiat Tolang Isi Tulang Dan Daging Berontak
Sate Tama Lo Barampok Ingin Masuk Untuk Barampok

Barampok Intan Barampok Barampok Intan Barampok
Bolang Carik Tu Desa Ta Tuk Membuang Kesialan
Mura Ero Tubarema” Agar Selamat Daerah Kita

Begitu Selanjutnya “Ngumang” Sampai Permainan Berakhir. Dan di akhiri dengan Rancik Sakeco

Pang Tupuji Tubarempuk. Ala E Mana Me Jangka. Belaq Biwir Baraq Tataq. Bakat Idung Kena Jager—Konang Nosoda Simpan Suq—Nosi Dadi Saling Musuq. Lamin Tukanteri Lengan. Koatsi Nanta Ne Lalu—Mampal Mole Lako Tupang. Mangaku Kala Ruana—Nomo Semal Yales Ngumang—Kangila Katenri Lengan. Dapat Balepo Nantana. Buya Isi Kunyit Numpu—Karing Ente Sira Bangkam—Param Tataq Odak Idung. Bara Biong Lampa Jager—Sendang Nan Bau Balawas, ”Mana Lalo Modeng Mata—Isit Gugir Nonda Sisa—Kupina Jenrang Sadi No—Parana Gatal (Gatal) Buya We.”

Sakeco


Sakeco
Bisa Dilakukan oleh Laki-laki/Perempuan
Ngibar Pio Lis Matano—Tarepa Pucak Sakola—Pio Baguru Pangeto. Bua Baguru Pangeto—Kurang Umir No Tu Pato—Kalalo Nyawa Menansi. Sai Sate Nyaman Ate—Laga Baguru Pangeto—Lema No Nesal Pang Mudi. Pangeto Beang Ning Guru—Lamin Yanosi Tuamal—Ilang Nomonda Kalako.
.
Bakalakosi Era Na—Karing Katenris Tueneng—Talo Leq Batari Jangi—Jinan Nanta Dea Guru—Ajar Kami Katenrang—Yabalas Jasa Leng Tuhan. Leng Ano Ta Tuberpisah—Nawar Batemung Kabali—Sia Maaf Tugamana.


Kajangi Nosi Kudatang—Mikir Ateku Kabali—Ada Ke Kuaran Andi. Runtung Ano Tubarema—Tukameri Tugamporo—Mara Nomo Tubaseka—Tubaseka To Andi E—Balong Mumenong Ling Kaku—Ruris Gama Musakola—Sai Tubungkak Sakola—Jarang Bau Bakalako—Rapang Kayu Mate Manang.

Bata Kurancik Sakeco—A La E Nanta Gantuna--Bata Kukemang Sakeco--No Kurancik Kurang Maras--Tambah Rancik Tambah Maras--Ina Bapak Dawam… Mi Pata Balo Tolo… Tamo Rancik.

Bulanmo Kasingin Tingi—Selam Bausi Kugita—Sia Me Lako Kubuya. Pening Otakku Ramido—Nonda Me Kulalo Mongka—Nonda Sia Meluk Aku—Kabiasaku Ke Sia—Mara Tali Ontar Telu—Bau Putes Kaseang Do. Lamen Tutu Sayang Kemang—Ngaro Gama Galak Jango—Lema Naq Sumping Leng Tau. Lamin Jodoku Ke Sia—Lemamo Gama Tunika—Yasempit Aku Ko Saudi. Sia Sempet Ku Ko Saudi—Kusempet Cek Lako Sia—Sia Kenang Lalo Ngecok.
.Pang dalam bulan Desember tanggal 26 ano Senan pang jam 8, tau Atje tasiai kena ling musiba gempa, ai rango liwat batas kirada 10 meter, pemanjang mara lolo njir, umak bagulung maraba lantar bale, bueruru nomonda tu bela dengan masing2 bela diri, bawa diri lako tingi, ianange nonda kuasa, tenris molalo kamelar tolako bawa ling aris.".

Kalimat-kalimat berbahasa Samawa itu disenandungkan oleh Abu Bakar (56) dan Adnan (50), keduanya seniman Sakeco, yang mengisahkan peristiwa gempa dan tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Terjemahannya begini, "Hari Senin 26 Desember, orang Aceh mendapat musibah air banjir berketinggian 10 meter, setinggi pohon kelapa, gelombang pasang bergulung-gulung, menghantam semua yang ada di desa maupun di kota. Semua orang menyelamatkan diri, berlari ke tempat yang lebih tinggi. Ada pula yang berenang, walau ada yang tidak berdaya dibawa arus dan tewas".

"Saya tidak pernah ke sana, tetapi melihat di televisi bagaimana kejadiannya. Peristiwa itu lalu saya tulis dan bersama Adnan saya ceritakan kembali kepada orang banyak," papar Abu Bakar, warga Kampung Menala RT 1, RW 7, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Hebatnya lagi, seakan menjadi saksi mata, keduanya bersahut-sahutan dengan irama dinamis (cepat-lambat, tinggi-rendah), menceritakan detail-detail musibah itu, termasuk bagaimana susahnya petugas memilah mayat di bawah reruntuhan rumah dan tumpukan sampah, yang digambarkan dalam kalimat, "Ya tupili siong miri, tu tompoh siong roro" (Yang dipilih mayat, bukan memilih buah kemiri, ditumpuk bukan sampah).

Dua pemain

Seni Sakeco mirip dengan seni Madihin di Kalimantan Selatan. Seni ini melibatkan dua pemain sebagai penutur sekaligus memainkan rebana sebagai musik pengiring, yang ditabuh saat penutur menyelesaikan satu alinea cerita kemudian dilanjutkan cerita ke bait berikutnya.

Abu Bakar mengaku tidak tahu asal-usul kesenian ini. Yang dia ingat, ayahnya juga seniman Sakeco. Selain menghibur, seni ini juga berisi nasihat hidup dan dahulu dipakai untuk alat perjuangan.

Kesenian ini populer bagi etnis Samawa di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, Sumbawa, dan biasanya ditampilkan pada acara hajatan warga seperti pernikahan, khitanan, dan sejenisnya.

Cerita disampaikan dalam bentuk balada, temanya menyangkut kisah nyata pergaulan muda-mudi, kasus pembunuhan, fenomena sosial, pemilihan kepala daerah, kawin lari, kasus pembunuhan, dan cerita lain yang menarik diketahui masyarakat.

Sayangnya, banjir yang melanda Kecamatan Taliwang tahun 2000 membuat ratusan karya Abu Bakar yang dia tulis dan dia simpan dalam dua kardus besar ikut hanyut. Kebetulan tempat Abu Bakar berada di tepi Sungai Brang Rea.

Abu Bakar bertindak selaku penyusun cerita dari berbagai peristiwa sehari-hari, mengolahnya menjadi pertunjukan, dan menyampaikannya kepada khalayak. Cerita Sakeco umumnya terdiri atas pembuka (samula) yang berisi ucapan selamat datang dan terima kasih kepada penonton. Kemudian disusul ringkasan kisah yang akan diceritakan, selanjutnya bagian inti cerita (isi sakeco), dan terakhir racik atau penutup yang biasanya berupa cerita jenaka.

Akhir cerita bisa bahagia, sedih, atau tragedi seperti kisah kawin lari (merari) yang oleh masyarakat setempat dinilai tabu, bahkan acap mengundang konflik horizontal. Pertunjukan Sakeco duet Abu-Adnan umumnya berlangsung malam hari, dan Abu-Adnan tahan duduk dan tetap prima pukul 21.00-pukul 04.00. Di tengah pertunjukan biasanya ada waktu istirahat untuk makan dan minum. Seusai pertunjukan, Abu-Adnan biasa minum madu campur telur untuk mengganti energi yang terkuras.

Agar tetap aktual menyampaikan keseniannya, selain memasang mata dan telinga merekam kejadian-kejadian menarik di desanya maupun desa tetangganya, Abu yang hanya mengenyam pendidikan kelas III sekolah dasar ini juga rajin menyimak siaran televisi dan radio.

Di luar itu, ada saja warga yang datang kepadanya untuk mengisahkan suatu peristiwa kriminal atau peristiwa apa saja sebagai "bahan". Tetapi, dia perlu memastikan benar-tidaknya informasi yang dia terima kepada yang bersangkutan.

Belajar dari ayah

Abu mulai menekuni seni Sakeco sejak tahun 1975 setelah belajar dari pendahulunya, yaitu ayah kandungnya dan para seniman Sakeco di kampungnya. Setelah mahir, dia mencari pasangan bermain dan mulai mendapat undangan tampil.

Tampaknya kemampuan Abu dan Adnan membawakan cerita yang disampaikan secara kocak membuat keduanya populer. Keduanya sering diundang ke seantero Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Mereka yang mengundang datang ke rumah Abu. Atas jasanya itu Abu dan Adnan mendapat imbalan Rp 300.000-Rp 600.000 sekali tampil, tergantung jarak jauh-dekatnya tempat acara. Dalam sebulan, keduanya dapat tampil rata-rata empat kali.

Karena pengabdiannya kepada seni Sakeco ini, Abu yang sebelum berpasangan dengan Adnan pernah berduet dengan empat seniman lain yang kini telah meninggal, sempat tampil dua kali di Jakarta, yaitu saat ulang tahun Taman Mini Indonesia Indah pada tahun 1976 dan 1978.

Meski sudah punya nama selaku pelestari Sakeco, di luar kesibukan berkesenian, sehari-hari Abu adalah petani. Ia mengolah sawahnya yang seluas satu hektar untuk mempertahankan hidup keluarganya-anaknya sembilan orang-agar asap dapur terus mengepul. Adapun Adnan yang petani penggarap juga bekerja menjadi sais cidomo (kereta khas Lombok yang ditarik kuda) dan menyabit rumput buat kudanya.



Design by Aps-Code